KUMPULAN PUISI SEDIH TERBAIK
"gadis malang bergenggam tasbih”
Sekali duduk beribu kalimat keluar dari bibir kecil nya
Terpojok dalam keramaian dunia nya
Entah apa yg membuat mereka semua berguming tentang nya
Dia amat lugu dan aneh tutur mereka
Hidup yg malang tanpa sanak saudara
Dia itu punya siapa,?
tak ada yg tauh ataupun sudih untuk memungut nya
hanya Seutas tasbih berkalung di genggaman tangan nya
Dia sungguh aneh
Dia makan,dia minum,tapi dia tak terlihat di keramaian
Mereka bingung pada gadis kecil itu
Bibir nya yg slalu terbuka kecil untuk menyebut kata dari hati nya
Tangan yg menggenggam tanpa di buka oleh nya
Sungguh gadis malang ,dia teramat malang,dari semua orang yg merasakan
kemalangan di dunia ini
“menanti kematian”
Bibir bergumam sendiri
Melihat langit tak jua runtuh
Bingung kurasa hidup ini
Tak ada yg di banggakan lagi
Batu nisan telah menunggu ku
Tanah kubur menanti ku
Para pecangkul berharap kedatangan ku
Kapan waktu nya aku
Sehingga aku bisa membalas penantian mereka
Mengapa tuhan tak kunjung mengambil ku?
Apa yg iya harap kan dari hidup ku
Aku tak mampu menjalani ini
Mereka Semua tak henti-henti mengusik kehidupan ku
Ambil aku
Ambil lah hidup ku
Dan cabut nyawaku
“bulan menggambar cinta”
Malam bermelodi Lirih gelora menyapa hadir mu
Mencoba merasakan
semilir kasih sayang mu
Ku lihat bulan pada
tengah malam yg begitu menggoda suasana
Entah apa yg membuat
ku terpesona
Paras nya,sinar
nya,ataupun cahaya nya
Aku pun tak tau,
Malam nampak tenang
,Jiwa nampak tersenduh
melihat panorama
kecantikan nya yg menggebu-gebuh
Melamunkan puncak
getaran cinta yg tergambar pada wajah bulan
Sepercik mozaik kecil
yg serupa dg intan
Harta kekaya,an yg
tak pernah bisa sepadan
Bulan menggambar cinta pada tengah malam
Entah hati siapa yg
membuat nya merasa merasa tenggelam
Seakan menggambarkan
jiwa yang ber angan-angan
Menuju kepastian
dalam ridzho tuhan.
“Ayah pemabuk”
Malam tak kunjung
pulang
Pagi tak jua datang
Datang nampak tiada
beban
Ayah,,,
Sadarkah apa yg telah
engkau lakukan
Kau menjadi musuh
iman
Ayah,,,
Tiada malam tanpa
mabuk
Saat itupun anakmu
kau cambuk
Ayah,,,
Sudahi semua
kehidupan malam mu
Bukalah hati mu
Ayah,,,
Ingatlah aku anak mu
Aku terpuruk dengan
kisah kehidupan mu
Ayah,,,
Aku mendo,a kan mu
Agar kau terjatuh
dalam pelukan tuhan mu,
Dan tak terjerumus
pada golongn-golongan pemusnah mu.
“mereka”
Dunia begitu jauh
pada kedamaian
Semua nampak hancur
tak terkendalikan
Tangan jahil yg
senantiasa membuat dunia murka
mereka Para memuda yg
tak mampu mengendalikan nafsu nya
Mereka pun Para
wanita yg terlindas keangkuhan sifat duniawi nya
Rakyat miskin yg
terinjak dan semakin terinjak atas ulah mereka
Sungguh hancur lah
dunia karena ulah mereka
Mereka Yang tak punya
hati
Pintar,namun tak
punya budi pekerti
Kaya raya ,namun
miskin hati,
Lihat lah..
Anak kecil berlali di
jalanan menadah uang
Hanya Demi sesuap nas
i iya rela berkorban
Lihat lah...
kakek tua yg banting
tulang di pinggiran jalan
nenek tua yang
berusaha untuk mencapai kebahagia,an
sejujur nya anak
kecil,kakek,dan nenek itu lebih beruntung,
karena iya tak
mengambil hak orang lain,
“kepergian ayah”
Dari mimpi menggapai
raga mu
Dari jauh memandang senyum
mu
Sekilas melihat mu
secepat kepergian mu
Ayah
Anak mu belum
mengerti
Entah apa yg sedang
di alami
Malam yg penuh tangis
Dan Teriakan yg
histeris
Ayah
Ada apa?
Banyak orang yang
datang menghampiri ayah
Banyak pula
lantunan-lantunan syair di sekeliling ayah
Ayah
Aku tak akan menangis
Tolong jawab anakmu
dg senyuman manis
Ayah
Mengapa kau diam
Mengapa semua orang
menatap ku dg tajam
Aku merasa ada beban
ayah,
Tolong lah anak mu
“Kulih batu”
Terik mentari musuh
hidup mu
Hujan mengguyur
derita tentang mu
Banyak nya keringat
yang kau telan kembali
Uang mengalir tak
terkandali
Beban kau angkat
Namun tiada pangkat
Tangan tergores
mengering
Punggung membungkuk
berguling
Waktu berjalan dg
sesuai
Kisah tak
kunjung usai
Menempuh hidup yg
damai
Dg sejuta harapan
kami
oleh:mahfudzotul bariyyah
Tidak ada komentar:
Posting Komentar