Kamis, 28 Mei 2015

contoh makalah sejarah aswaja




MAKALAH
Description: G:\photos\logo.jpg
AHLUSSUNNAH WALJAMA’AH
DOSEN PEMBIMBING :

    OLEH :
1.  MAHFUDZOTUL BARIYYAH
2.  AINUN FITRI
3.  MAHFUFATURROHMAH
4.  LINDA WIJAYANTI




                                                  
                                                  Kata pengantar


Puji syukur penyusun panjatkan ke hadirat Allah subhanahu wata’ala,kerena berkat rahmat nya kami bisa menyelesaikan makalah kami ILMU KALAM yang berjudul AHLUSSUNNAH WALJAMA’AH ,makalah ini di ajukan guna memenuhi tugas mata kuliah ilmu kalam.
Kami mengucapkan terimah kasih kepada semua pihak yang telah membantu sehingga makalah ini dapat di selesaikan tepat pada waktu nya.kritik dan saran yang bersifat membangun sangat kami harap kan demi kesempurna’an makalah ini.
Semoga makalah ini memberikan informasi bagi masyarakat dan bermanfa’at untuk pengembangan wawasan dan peningkatan ilmu pengetahuan bagi kita semua.

                                                                                        Lamongan,02 april 2015
                                                                                                        

                                                                                                         Penyusun
























                                                 DAFTAR ISI

Halaman Judul ..............................................................................   i
Kata Pengantar                                                                          .....   ii
Daftar Isi          ........................................................................... iii

BAB I PENDAHULUAN
A.Latar Belakang Masalah........................................................... 1
B. Rumusan Masalah ................................................................... 1
C. Tujuan Masalah ....................................................................... 1

BAB II PEMBAHASAN
A.Sejarah ahlussunnah wal jama,ah ............................................ 2
B. Devinisi sejarah ahlussunnah wal-jama,ah ............................ 10
C.yang termasuk golongan ahlussunnah waljama,ah,......................................................
D.prinsip-prinsip ahlussunnah waljama,ah...............................................................

BAB III PENUTUP
Kesimpulan .....................................................................................12





                                                                  BAB 1
                                                         PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG MASALAH
Istilah “Ahlusunnah Waljamaah” adalah sebuah istilah yang di
Indonesiakan dan kataAhlusunnah Waljamaah” Ia merupakan rangkaian dari kata-kata Ahl(Ahlun),berarti“galongan”atau“pengikut‟
Al-Sunnah (al-Sunnatu), berarti “tabiat/perilaku jalan hidup/perbuatan yang mencakupucapan dan tindakan Rasulullah SAW. yang berarti“dan atau “serta, (al-jamaah), berarti „Jamaah” yakni jamaah para sahabat Rasul SAW.
Maksudnya ialah perilaku atau jalan hidup para sahabat.Dengan
demikian, maka secara etimologis, istilah “Ahlusunnah Waljamaah / golongan yang
senantiasa mengikuti jalan hidup Rasul SAW. dan jalan hidup para sahabatnya. Atau, golonganyang berpegang teguh pada Sunnah Rasul dan Sunnah (Tariqah) para sahabat, lebih khusus lagi,
sahabat empat (Abu Bakar, Umar bin Khatab, Usman bin „Affan, dan Ali bin Abi Talib).

B. RUMUSAN MASALAH
Berdasarkan latar belakang diatas maka penulis menemukan beberapa masalah seperti berikut:
1. Apa sejarah ahlussunnah wal jama,ah?
2. Ape devinisi ahlussunnah waljama,ah?
3. Apa prinsip-prinsip ahlussunnah wal jama,ah ?                                                                  4.apa saja golongan ahlussunnah wal jama,ah

C. TUJUAN MAKALAH
1. Untuk mengetahui sejarah ahlussunnah wal jama,ah









                                             BAB 1
                              PENDAHULUAN

SEJARAH LAHIRNYA AHLUS SUNAH WALJAMA’AH

Dahulu di zamaan Rasulullaah SAW. kaum muslimin dikenal bersatu, tidak ada golonganini dan tidak ada golongan itu, tidak ada syiah ini dan tidak ada syiah itu, semua dibawah pimpinan dan komando Rasulullah SAW. Bila ada masalah atau beda pendapat antara parasahabat, mereka langsung datang kepada Rasulullah SAW. itulah yang membuat para sahabatsaat itu tidak sampai terpecah belah, baik dalam masalah akidah, maupun dalam urusanduniawi.Kemudian setelah Rasulullah SAW. wafat, benih-benih perpecahan mulai tampak dan puncaknya terjadi saat Imam Ali kw. menjadi khalifah. Namun perpecahan tersebut hanya bersifat politik, sedang akidah mereka tetap satu yaitu akidah Islamiyah, meskipun saat itu benih-
 benih penyimpangan dalam akidah sudah mulai ditebarkan oleh Ibin Saba‟, seorang yang dalam
sejarah Islam dikenal sebagai pencetus faham Syiah (Rawafid).Tapi setelah para sahabat wafat, benih-benih perpecahan dalam akidah tersebut mulaimembesar, sehingga timbullah faham-faham yang bermacam-macam yang menyimpang dari ajaran Rasulullah SAW. Saat itu muslimin terpecah dalam dua bagian, satu bagian dikenal sebagai golongan-golongan ahli bid‟ah, atau kelompok -kelompok sempalan dalam Islam, sepertiMu‟tazilah, Syiah (Rawafid), Khowarij dan lain-lain. Sedang bagian yang satu lagi adalah golongan terbesar,yaitu golongan orang-orang yang tetap berpegang teguh kepada apa-apa yang dikerjakan dan diyakini oleh RasulullahSAW bersama sahabat-sahabatnya. Golongan yangterakhir inilah yang kemudian menamakan golongannya dan akidahnya Ahlus SunnahWaljamaah. Jadi golongan Ahlus Sunnah Waljamaah adalah golongan yang mengikuti sunnah-sunnah nabi dan jamaatus shohabah.Hal ini sesuai dengan hadist Rasulullah SAW : bahwa golongan yang selamat dan akan masuk surga (al-Firqah an Najiyah) adalah golongan yang mengikuti apa-apa yang aku(Rasulullah SAW) kerjakan bersama sahabat-sahabatku.Dengan demikian akidah Ahlus Sunnah Waljamaah adalah akidah Islamiyah yangdibawa oleh Rasulullah dan golongan Ahlus Sunnah Waljamaah adalah umat Islam. Lebih jelasnya, Islam adalah Ahlus Sunnah Waljamaah dan Ahlus Sunnah Waljamaah itulah Islam.
Sedang golongan-golongan ahli bid‟ah, seperti Mu‟tazilah, Syiah(Rawafid) dan lain-lain, adalah golongan yang menyimpang dari ajaran Rasulullah SAW yang berarti menyimpang dari ajaranIslam.Dengan demikian akidah Ahlus Sunnah Waljamaah itu sudah ada sebelum Allahmenciptakan Imam Ahmad, Imam Malik, Imam Syafii dan Imam Hambali. Begitu pula sebelum
timbulnya ahli bid‟ah atau sebelum timbulnya kelompok 
-kelompok sempalan. Akhirnya yang perlu diperhatikan adalah, bahwa kita sepakat bahwa Ahlul Bait adalah orang-orang yang
mengikuti sunnah Nabi SAW. dan mereka tidak menyimpang dari ajaran nabi. Mereka tidak dari
golongan ahli bid‟ah, tapi dari golongan Ahlus Sunnah.

DEVINISI AHLUSUNNAH WAL JAMA’AH
Istilah “Ahlusunnah Waljamaah” adalah sebuah istilah yang di
Indonesiakan dan kataAhlusunnah Waljamaah” Ia merupakan rangkaian dari kata-kata Ahl(Ahlun),berarti“galongan”atau“pengikut‟
Al-Sunnah (al-Sunnatu), berarti “tabiat/perilaku jalan hidup/perbuatan yang mencakupucapan dan tindakan Rasulullah SAW. yang berarti“dan atau “serta, (al-jamaah), berarti „Jamaah” yakni jamaah para sahabat Rasul SAW.
Maksudnya ialah perilaku atau jalan hidup para sahabat.Dengan
demikian, maka secara etimologis, istilah “Ahlusunnah Waljamaah / golongan yang
senantiasa mengikuti jalan hidup Rasul SAW. dan jalan hidup para sahabatnya. Atau, golonganyang berpegang teguh pada Sunnah Rasul dan Sunnah (Tariqah) para sahabat, lebih khusus lagi,
sahabat empat (Abu Bakar, Umar bin Khatab, Usman bin „Affan, dan Ali bin Abi Talib).
 Selanjutnya, jalan hidup Rasul SAW. tidak lain ialah ekspresi nyata dari isi kandungan al-Quran.
Ekspresi nyata tersebut kemudian biasa diistilahkan dengan “al-Sunnah” atau “al-Hadits‟
Kemudian, al-Quran sebagai Wahyu Ilahi, terkemas sendiri dalam mushaf al-Quran al Karim”,sedangkan ekspresi nyatanya pada diri Rasul SAW. pun terkemas secara terpisah dalam “mushaf 
al-sunnah, al-hadits‟ seperti dalam Shahih Bukhar i, Shahih Muslim, Sunan Abu Dawud, sunanAl Tirmizi, Sunan al-Nasai, dan Sunan Ibnu Majah, serta Kitab-kitab al Hadits yang disusun oleh para ulama lainnya.Sementara itu, para sahabat, khususnya sahabat empat; adalah generasi pertama dan utama dalam melazimi “Perilaku Rasulullah SAW., sehingga jalan hidup mereka praktis merupakan
 penjabaran nyata dan petunjuk al-Quran dan al-Sunnah. Setiap langkah hidupnya, praktismerupakan aplikasi dari norma-norma yang terkandung dan dikehendaki oleh ajaran Islam, serta mendapat petunjuk dan kontrol langsung dari baginda Rasul SAW. Oleh karena itu, jalan hidupmereka relatif terjamin kelurusannya dalam mempedomani ajaran Islam, sehingga jalan hidupmereka pulalah yang paling tepat menjadi rujukan utama setelah jalan hidup Rasul SAW.Adapun wujud kongkritnya, Ahlussunnah Waljamaah tidak lain ialah golongan yangsenantiasa berpegang teguh terhadap petunjuk al-Quran dan al Sunnah al Sahihah. Artinya dalam segala hal selalu merujuk kepada petunjuk al-Quran dan al-Sunnah. Dengan kata lain,Ahlussunnah Waljamaah ialah golongan yang senantiasa mengikuti jejak hidup Rasul SAW. dan
 jejak hidup para sahabatnya, dengan senantiasa berpegang teguh kepada al-Qunan dan A-Sunnah.

“Dari sahabat Abu Hurairah ra. dia berkata, bahwasanya Rasulullah SAW. bersabda : UmatYahudi telah pecah menjadi 71 golongan dan umat Nasrani terpecah menjadi 72 golongan.
Sementara umatku bakal pecah menjadi 73 golongan” (Abu Dawud, al-Tirmizi, al- Nasa‟i, IbnuMajah).
Hadits ini, tidak secara tegas menyatakan adanya golongan yang disebut “AhlussunnahWaljamaah”. Tetapi baru diisyaratkan bakal terpecahnya umat Rasulullah SAW menjadi 73
golongan (firqah). Maka golongan ahlussunnah Waljamaah berarti salah satu dari ke-73golongan tersebut.

YANG TERMASUK GOLONGAN AHLUSSUNAH WALJAMA’AH
 Akidah Ahlus Sunnah Waljamaah adalah akidah yang diyakini oleh Rasulullah SAW bersama sahabat-sahabatnya, yang saat itu dikenal dengan akidah Islamiyah. Sedang golonganAhlus Sunnah Waljamaah adalah golongan yang berpegang dengan apa-apa yang diyakini dandikerjakan oleh Rasulullah SAW bersama sahabat-sahabatnya.Dasar mereka adalah sabda Rasulullah SAW yang berbunyi :
:“ Golongan yang selamat dan akan masuk surga adalah golongan yang berpegang dengan apa-apa yang aku kerjakan bersama sahabat-
sahabatku.”
 Mengetahui siapa Ahlus Sunnah Wal Jama‟ah adalah perkara yang sangat penting dan
salah satu bekal yang harus ada pada setiap muslim yang menghendaki kebenaran sehinggadalam perjalanannya di muka bumi ia berada di atas pijakan yang benar dan jalan yang lurus
dalam menyembah Allah Subhanahu wata‟ala sesuai dengan tuntunan syariat yang hakiki yangdibawa oleh Rasulullah shalallahu „al
ai wassallam empat belas abad yang lalu.
Pengenalan akan siapa sebenarnya Ahlus Sunnah Wal Jama‟ah telah ditekankan sejak 
 jauh-jauh hari oleh Rasulullah kepada para sahabatnya ketika beliau berkata kepada mereka :
ikutilah jalan itu dan jangan kalian mengikuti jalan-jalan (yang lain) maka kalian akanterpecah dari jalanNya”.
 PRINSIP-PRINSIP AHLUS SUNNAH WAL JAMAAH
Prinsip-prinsip tersebut teringkas dalam butir-butir berikut:Prinsip pertama: beriman kepada Allah, para malaikat-Nya, Kitab-kitab-Nya, Rasul- rasul- Nya, Hari Akhir dan Taqdir baik dan buruknya.1.

1.Iman kepada Allah:Beriman kepada Allah artinya: berikrar dengan macam-macam tauhid yang
tiga serta beri‟tiqad dan mengamalkannya, yaitu: tauhid
 Rububiyah , tauhidUluhiyah, dantauhidAsma’ dan sifat 
Adapun tauhid Rububiyahadalah mentauhidkan segala apa yang dikerjakanAllah baik mencipta, memberi rizki, menghidupkan dan mematikan; dan bahwasanya Diaitu adalah Raja dan Penguasa segala sesuatu.
TauhidUluhiyah artinya: mengesakan Allah melalui segala pekerjaanhamba yang dengan itu mereka dapat mendekatkan diri kepada Allah, apabila memanghal itu disyariatkan oleh-
 Nya, seperti: berdo‟a, takut, berharap, cinta, penyembelihan,
nadzar, isti'anah, istighatsah, minta perlindungan, shalat, puasa, haji, berinfaq di jalanAllah dan segala apa saja yang disyariatkan dan diperintahkan Allah dengan tidak menyekutukan-Nya dengan sesuatu apapun baik seorang malaikat, nabi, wali, maupunyang lainnya
.2.Iman kepada para Malaikat-Nya:Yakni membenarkan adanya para malaikat, dan bahwasanya mereka itu adalahmakhluk dari sekian banyak makhluk Allah, diciptakan dari cahaya. Allah menciptakanmalaikat dalam rangka untuk beribadah kepada-Nya dan menjalankan perintah-perintah- Nya di dunia ini3.

3.Iman kepada Kitab- kitab-Nya:Yakni membenarkan adanya Kitab-kitab Allah beserta segala kandungannya baik yang berupa hidayah (petunjuk) dan cahaya serta mengimani bahwasanya yangmenurunkan Kitab-kitab itu adalah Allah sebagai petunjuk bagi seluruh manusia. Dan bahwasanya yang paling agung di antara sekian banyak kitab-kitab itu adalah tiga kitabyaitu; Taurat, Injil, dan Al-
Qur‟an, dan di antara kitab agung di atas yang teragung lagi
adalah Al-
Qur‟an yang merupakan mukjizat yang agung.
4. Iman kepada para Rasul:Yakni membenarkan semua rasul-rasul, baik; yang Allah sebutkan nama merekamaupun yang tidak, dari yang pertama sampai yang terakhir, dan penutup para nabi
tersebut adalah nabi kita Muhammad

. Artinya pula, beriman kepada para rasulseluruhnya dan beriman kepada nabi kita secara terperinci, serta mengimani bahwa beliauadalah penutup para nabi dan para rasul serta tidak ada nabi sesudahnya.Maka barangsiapa yang keimanannya kepada para rasul tidak demikian berarti diatelah kafir.Termasuk pula beriman kepada para rasul adalah tidak melalaikan dan tidak berlebih-lebihan terhadap hak mereka. Berbeda dengan kaum Yahudi dan Nasrani yang berlebih-lebihan terhadap para rasul mereka, sehingga mereka menjadikan dan memperlakukan para rasul itu seperti memperlakukannya sebagai tuhan (Allah), Iman kepada hari kiamat:Yakni membenarkan apa-apa yang akan terjadi setelah kematian dari hal-hal yangtelah diberitakan Allah dan Rasul-Nya; tentang adzab dan nikmat qubur, hari kebangkitandari qubur, hari berkumpulnya manusia di padang mahsyar, hari perhitungan danditimbangnya segala amal perbuatan, dan pemberian buku catatan amal dengan tangankanan atau tangan kiri, tentang jembatan ( shirath), serta surga atau neraka, di samping itukeimanan untuk bersiap sedia dengan amalan shaleh, dan meninggalkan amalan buruk serta bertaubat meninggalkannya.Dan sungguh telah mengingkari adanya hari akhir orang-orang musyrik dan kaumdahriyyun, sedang orang-orang Yahudi dan orang-orang Nashrani tidak mengimani halini dengan keimanan yang benar sesuai dengan tuntunan, walau mereka beriman akanadanya hari akhir.5.

5.Imam kepada takdir:Yakni beriman bahwasanya Allah itu mengetahui apa-apa yang telah terjadi dan yangakan terjadi; menentukan dan menulisnya di
 Lauh Mahfudz 
; dan bahwasanya segalasesuatu yang terjadi, baik maupun buruk, kafir, iman, taat, maksiat, itu telah dikehendaki,

ditentukan, dan diciptakan-Nya, dan bahwasanya Allah itu mencintai ketaatan danmembenci kamaksiatan.Sedang hamba Allah itu mempunyai kekuasaan, kehendak, dan kemampuan memilihterhadap pekerjaan-pekerjaan yang menghantar mereka kepada ketaatan ataukemaksiatan, akan tetapi semua itu mengikuti kemauan dan kehendak Allah. Berbedadengan pendapat golongan
 Jabariyah
yang mengatakan bahwa manusia terpaksa dengan pekerjan-pekerjaannya, tidak memiliki pilihan atau kemampuan, sebaliknya golongan
Qadariyah
mengatakan bahwasanya hamba itu memiliki kemauan yang berdiri sendiridan bahwasanya dialah yang menciptakan pekerjaannya, kemauan dan kehendak ituterlepas dari kemauan dan kehendak Allah.Dengan ayat ini Allah menetapkan adanya kehendak bagi setiap hamba sebagai bantahan terhadap golongan
 Jabariyah
yang ekstrim, bahkan menjadikannya sesuaidengan kehendak Allah, dalam saat yang sama, juga merupakan bantahan atas golongan
Qadariyah
. Dan beriman kepada takdir dapat menimbulkan sikap sabar saat seoranghamba menghadapi berbagai cobaan dan menjauhkannya dari segala perbuatan dosa danhal-hal yang tidak terpuji, bahkan dapat mendorong orang tersebut untuk giat bekerja danmenjauhkan dirinya dari sikap lemah, takut dan malas.
Prinsip kedua:Dan di antara prinsip-prinsip Ahlus Sunnah Wal Jamaah adalah: bahwasanya iman itu perkataan, perbuatan, dan keyakinan yang bisa bertambah dengan ketaatan dan bisa berkurangdengan kemaksiatan, maka iman itu bukan hanya perkataan dan perbuatan tanpa keyakinansebab yang demikian itu merupakan keimanan kaum munafiq, dan bukan pula iman itu hanya
sekedar ma‟rifah (pengetahuan) dan meyakini tanpa ikrar dan amal. Sebab yang demikian itu
merupakan keimanan orang-orang kafir yang menolak kebenaran.Bukan pula iman itu hanya satu keyakinan dalam hati atau perkataan dan keyakinan tanpaamal perbuatan, karena yang demikian adalah keimanan golongan Murjiah, Allah sering kalimenyebut amal perbuatan termasuk imanPrinsip ketiga:Dan di antara prinsip-prinsip aqidah Ahlus Sunnah Wal Jamaah adalah bahwasanya merekatidak mengkafirkan seseorang dari kaum muslimin kecuali apabila dia melakukan perbuatanyang membatalkan keislamannya. Adapun perbuatan dosa besar selain kemusyrikan dan tidak ada dalil yang menghukumi pelakunya sebagai kafir, misalnya meninggalkan shalat karenamalas, maka pelaku (dosa tersebut) tidak dihukumi kafir akan tetapi dihukumi fasiq dan imannyatidak sempurna. Apabila ia mati sedang dia belum bertaubat maka dia berada dalam kehendak Allah. Jika Ia berkehendak Ia akan mengampuninya dan jika Ia berkehendak Ia akanmengazdabnya, namun si pelaku tidak kekal di neraka,Dan madzhab Ahlus Sunnah Wal Jamaah dalam masalah ini pertengahan antara Khawarijyang mengkafirkan orang-orang yang melakukan dosa besar walau bukan termasuk syirik, danMurjiah yang mengatakan si pelaku dosa besar sebagai mukmin sempurna imannya, dan merekamengatakan pula suatu dosa maksiat tidak mengurangi iman, sebagaimana tak berguna suatu perbuatan taat dengan adanya kekafiran.Prinsip keempat:Dan di antara prinsip-prinsip Ahlus Sunnah Wal Jamaah adalah wajib taat kepada pemimpinkaum muslimin selama mereka tidak memerintahkan untuk berbuat maksiat. Apabila merekamemerintahkan berbuat maksiat di kala itu kita dilarang untuk mentaatinya namun tetap wajibtaat dalam kebenaran lainnya, sebagaimana firman Allah
“Hai orang -orang yang beriman, taatlah kamu kepada Allah dan taatlan kepada Rasul serta
 para pemimpin di antara kalian ..”
(QS. An Nisaa: 59).
Dan sabda Nabi“Dan aku berwasiat kepada kalian agar kalian bertaqwa kepada Allah dan mendengar dantaat walaupun yang memimpin kalian seorang budak”

                                                




                                                    BAB 111
                                              
                                                KESIMPULAN

Istilah “Ahlusunnah Waljamaah” adalah sebuah istilah yang di
Indonesiakan dan kataAhlusunnah Waljamaah” Ia merupakan rangkaian dari kata-kata Ahl(Ahlun),berarti“galongan”atau“pengikut‟
Al-Sunnah (al-Sunnatu), berarti “tabiat/perilaku jalan hidup/perbuatan yang mencakupucapan dan tindakan Rasulullah SAW. yang berarti“dan atau “serta, (al-jamaah), berarti „Jamaah” yakni jamaah para sahabat Rasul SAW.
Maksudnya ialah perilaku atau jalan hidup para sahabat.Dengan
demikian, maka secara etimologis, istilah “Ahlusunnah Waljamaah / golongan yang
senantiasa mengikuti jalan hidup Rasul SAW. dan jalan hidup para sahabatnya. Atau, golonganyang berpegang teguh pada Sunnah Rasul dan Sunnah (Tariqah) para sahabat, lebih khusus lagi,
sahabat empat (Abu Bakar, Umar bin Khatab, Usman bin „Affan, dan Ali bin Abi Talib).
Akidah Ahlus Sunnah Waljamaah adalah akidah yang diyakini oleh Rasulullah SAW bersama sahabat-sahabatnya, yang saat itu dikenal dengan akidah Islamiyah. Sedang golonganAhlus Sunnah Waljamaah adalah golongan yang berpegang dengan apa-apa yang diyakini dandikerjakan oleh Rasulullah SAW bersama sahabat-sahabatnya.Dasar mereka adalah sabda Rasulullah SAW yang berbunyi :
:“ Golongan yang selamat dan akan masuk surga adalah golongan yang berpegang dengan apa-apa yang aku kerjakan bersama sahabat-
sahabatku.”
 Mengetahui siapa Ahlus Sunnah Wal Jama‟ah adalah perkara yang sangat penting dan
salah satu bekal yang harus ada pada setiap muslim yang menghendaki kebenaran sehinggadalam perjalanannya di muka bumi ia berada di atas pijakan yang benar dan jalan yang lurus


Tidak ada komentar:

Posting Komentar